Tuesday, July 12, 2011

Daftar Kode Pos di Propinsi DIY

Saya selalu desperate mencari kode pos perumahan saya yang berlokasi di Kec. Tempel, dan Thanks God saya menemukan artikel di bawah ini, yang ingin saya share lagi ke kalian semua. :)

Kota Yogyakarata
Kecamatan Pakualaman

55111 Gunung Ketur
55122 Purwokinanti

Kecamatan Gondomanan

55121 Prawirodirjan
55122 Ngupasan

Kecamatan Kraton

55131 Panembahan
55132 Kadipaten
55133 Patehan

Kecamatan Mantrijeron

55141 Suryodiningratan
55142 Gedong Kiwo
55143 Matrijeron

Kecamatan Mergangsan

55151 Wirogunan
55152 Keparakan
55153 Brontokusuman

Kecamatan Umbulharjo

55161 Pandean
55162 Sorosutan
55163 Giwangan
55164 Warungboto
55165 Muja-muju
55166 Semaki
55167 Tahunan

Kecamatan Kotagede

55171 Rejowinangun
55172 Prenggan
55173 Purbayan

Kecamatan Danurejan

55211 Bausasran
55212 Tegal panggung
55213 Suryatmajan

Kecamatan Gondokusuman

55221 Demangan
55222 Klitren Lor
55223 Terban
55224 Kota baru
55225 Baciro

Kecamatan Jetis

55231 Bumijo
55232 Gowongan
55233 Cokrodiningratan

Kecamatan Tegalrejo

55241 Karangwaru
55242 Kricak
55243 Bener
55244 Tegalrejo

Kecamatan Wirobrajan

55251 Patangpuluhan
55252 Wirobrajan
55253 Pakuncen

Kecamatan Gedong Tengen

55271 Sosromenduran
55272 Pringgokusuman
Kabupaten Sleman

55551 Kec. Turi
55552 Kec. Tempel
55561 Kec. Seyegan
55563 Kec. Moyudan
55264 Kec. Godean
55571 Kec. Kalasan
55572 Kec. Prambanan
55573 Kec. Berbah
55581 Kec. Ngaglik
55582 Kec. Pakem
55583 Kec. Cangkringan
55584 Kec. Ngemplak

Kecamatan Depok

55281 Caturtunggal
55282 Maguwoharjo
55283 Condongcatur

Kecamatan Mlati

55284 Sinduadi
55285 Sendangadi
55286 Tlogodadi
55287 Tirtoadi
55288 Sumberdadi

Kecamatan Gamping

55291 Trihanggo
55292 Nogotirto
55293 Banyuraden
55294 Ketawang
55295 Balecatur
Kota Sleman

Kecamatan Sleman

55511 Tridadi
55512 Pendowoharjo
55513 Trimulyo
55514 Triharjo
55515 Caturharjo
Kabupaten Bantul

55751 Kec. Pajangan
55752 Kec. Sedayu
55753 Kec. Pandak
55762 Kec. Srandakan
55763 Kec. Sanden
55764 Kec. Bambanglipuro
55771 Kec. Pundong
55772 Kec. Kretek
55781 Kec. Jetis
55782 Kec. Imogiri
55783 Kec. Dlingo
55791 Kec. Pleret
55792 Kec. Piyungan

Kecamatan Kasihan

55181 Tirtonirmolo
55182 Ngestiharjo
55183 Tamantirto
55184 Bangunjiwo

Kecamatan Sewon

55185 Pandowoharjo
55186 Timbulharjo
55187 Bangunharjo
55188 Panggungharjo

Kecamatan Banguntapan

55191 Tamanan
55192 Jagalan
55193 Singosaren
55194 Wirokerten
55195 Jambidan
55196 Potorono
55197 Baturetno
55198 Banguntapan
Kota Bantul

Kecamatan Bantul

55711 Bantul
55712 Ringinharjo
55713 Palbapang
55714 Trirenggo
55715 Sabdodadi
Kabupaten Kulon Progo

55651 Kec. Wates
55652 Kec. Pengasih
55653 Kec. Kokap
55654 Kec. Temon
55655 Kec. Panjatan
55661 Kec. Galur
55663 Kec. Lendah
55664 Kec. Sentolo
55671 Kec. Nanggulan
55672 Kec. Kalibawang
55673 Kec. Samigaluh
55674 Kec. Grirmulyo
Kota Wates

Kecamatan Wates

55611 Wates
55612 Giripeni
Kabupaten Gunung Kidul

55851 Kec. Wonosari
55852 Kec. Nglipar
55853 Kec. Ngawen
55854 Kec. Semin
55861 Kec. Playen
55862 Kec. Pathuk
55871 Kec. Palihan
55872 Kec. Panggang
55881 Kec. Tepus
55883 Kec. Rongkop
55891 Kec. Karangmojo
55892 Kec. Ponjong
55893 Kec. Semanu
Kota Wonosari

Kecamatan Wonosari

55811 Baleharjo
55812 Wonosari
55813 Kepek


Sumber

Wednesday, March 02, 2011

Family Vacation @Banyu Mili

27 Februari 2011 kemarin, akhirnya untuk pertama kali bisa mengajak uti, budhe, pakdhe, dan keponakan-keponakan untuk berlibur, refreshing, tertawa bersama. Hehe. Tadinya ingin menuju ke Balong Park, yang lokasinya di Sewon, Bantul. Tapi kok dirasa-rasa, sudah terlalu siang mengingat kami baru meluncur dari Kokap jam 10. Dan karena saya sudah tahu tentang Banyu Mili, dan segala fasilitasnya, kayaknya lebih ayem menuju kesana. Dan alhamdulillah semuanya bisa bersenang-senang. Bagi saya, melihat orang-orang tercinta di sekitar saya bahagia, itu sudah anugrah tak terkira. Dan berikut adalah sedikit oleh-oleh foto dari liburan kemarin. Besok lagi kemana ya enaknya? hehe.

Pakde Udin, mbak Rifla, dan Budhe Ning

Budhe Ning, Pakdhe Udin, Izzah, Ny. Awal, mbak Rifla, Uti

spesial nggak pake telor: mbak Lala (putrinya budhe Ana)

Izzah dan mbak Lala, having fun!! ^^

Izzah really really love playing water! 

Excited face! :)

my lovely wife. :)

My Family.. ;)

That's all friends. C u in the next journey, hehe. 

Thursday, February 24, 2011

Trip Manokwari, Papua

"Selamat datang di Kota Injil Manokwari". 30 Januari 2011 saya berkesempatan mengunjungi Manokwari untuk kedua kalinya. Perihal pekerjaan tentunya, tapi jelas tidak mengurangi keriangan saya membayangkan bahwa akan ada moment lagi untuk melihat dari dekat pulau Mansinam dan pulau Lemon, dan bermain-main di pantai pasir putih. And you know what, it happened!

Baru tiba di bandara Rendani.  (taken by pak Nanang)

Kali ini, mbak Wati dan pak Nanang membawa kamera dan kami mengambil banyak sekali foto. Anehnya, ketika kegiatan kerja kami, malah cuma ada 2 foto. Ratusan foto lainnya tentang acara main-mainnya. Wkwk. Parah ya?!

Saya dan kawan-kawan efektif 5 hari di sana, waktu libur jelas tidak banyak, jadi ketika ada kesempatan untuk break/off, kami manfaatkan untuk mengunjungi pantai pasir putih dan melihat dengan dekat pulau Mansinam menggunakan speed boat kecil. Seru!! So, saya akan share beberapa jepretan pilihan hasil jalan-jalan saya selama di Manokwari. Please enjoy :)

mbak Wati, mas Wahyono, saya.

nah ini yang namanya pak Nanang. ;)

one of best shots i suppose (great job p Nanang)

Beruntung kami, ada yang latihan Tari Tumbuk Tanah di hotel kami menginap.

Memanfaatkan liburan untuk singgah kembali ke pantai Pasir Putih. ^^

Kami coba membentuk karakter G dan T, gimana menurut kalian huh?! menurut saya, saya ingin tertawa saja.. wkwkwk.

bu Wati dengan local kid. So sweet! ^^

Me, playing water.

 Disuruh lompat sak karepe, inilah yang ter-capture kamera! Hoho

Pak Nanang, pura2-nya dikejar ombak. Kira2 adakah yang aneh dengan foto ini... ? 
Tepat! pak Nanang salah kostum sodara2. 

Ini adalah entrance Pulau Mansinam, tempat penyebaran Injil pertama kali di Manokwari. Di akhir pekan, saat hari terakhir kami di Manokwari, ada perayaan Pekabaran namun sayang belum sempat meliputnya (ciee). 

So, those are the beauties of Manokwari, West Papua. Tentunya tidak bisa menolak bila ada kesempatan untuk singgah ke sini lagi someday. ;)

Saturday, January 29, 2011

Tiba-tiba teringat USS

USS: Universal Studio Singapore. Pertengahan tahun 2010, saya berkesempatan bersama dengan beberapa rekan kantor (mas Yoga, mbak Yenni, mbak Reni, pak Yoyok, mas Robi), berlibur ke Singapura dan mengunjungi USS. Seru, pake banget!

Dan ndilalah kok pengen bernostalgia ke masa itu, dan melihat foto-foto bahagia kami (ciee!). Kapan ya main ke SG lagi di 2011 ini? Wallahu'alam.











My Birthday Gifts!

Sepulang dari Palangkaraya, ternyata istri tercinta sudah menyiapkan kado hari lahir untuk saya. Isinya? Well, sungguh-sungguh tak terduga. Ternyata adalah buku-buku tentang fotografi!


Well apakah ini sinyal untuk memulai hobi baru? Hopefully so, pun sekarang belum punya kamera. 

Foto-foto di Palangkaraya

Tanggal 26 dan 27 Januari 2011 kemarin, kebetulan ada kerjaan di Universitas Palangkaraya. Ada beberapa foto yang ingin saya share, sesempatnya jalan-jalan, ini lah dia:

latar belakang: jembatan Kahayan

menyusuri sungai. ^^ hampir separuh penumpang deg-degan karena ndak bisa berenang. (batin mas Wahyono: kalian pikir mudah ya bertahan di perahu ini?! cape de..) 

suasana terik sekali. enjoy saja.... 

perahu getek sudah mulai tergenangi air sungai!! (tengoklah pak Agung lagi ciduk-menciduk dengan sigap!)

 ekspresi legaaa dari mas Wahyono, pasca jjs. (slamet deh gw, gak jadi nyemplung!)

Terima kasih untuk pak dapoe, pak agung, bu reni, dan kawan-kawan operator Universitas Palangkaraya yang dengan senang hati mengantar kami jalan-jalan dan mentraktir makan kami di kampung lauk (ikan satinnya enak banget, suer!). InsyaAlloh kunjungan kedua dan seterusnya nanti, kami diajak naik kapal ya. Hehe. ^^

Thursday, January 27, 2011

Miss them :)



Happy birthday to me!

Ndak nyangka, akan mengetik ini di blog pertama saya ini. Dari aquarius boutique hotel, saya bersyukur masih diberi umur panjang.. Semoga ultah ke 29 ini membawa keberkahan tersendiri untuk saya, keluarga, dan lingkungan sekitar. amin.

Monday, July 02, 2007

Memberi lebih mulia daripada meminta (Renungan)

Rasulullah SAW, bersabda :
"Tidak ada mata pencaharian yang lebih baik daripada yang diperoleh dengan tangannnya sendiri, sehingga apa saja yang digunakan untuk dirinya sendiri, untuk anaknya dan untuk pelayannya, baginya merupakan sedekah.." (HR.Ibnu Majah dari Miqdam bin Ma'dikariba)

"Sungguh lebih baik bagi seseorang membawa seikat kayu bakar dipunggungnya (lalu menjualnya) daripada meminta-minta kepada orang lain yang mungkin akan memberinya atau menolaknya." (HR.Malik, Bukhari, Muslim, Tirmidzi dan Nasai)

Anar r.a. meriwayatkan bahwa seorang Anshar pernah datang kehadapan Rasulullah SAW dan meminta sesuatu (mengemis),
Rasulullah SAW bertanya kepadanya, "Apakah di rumahmu benar-benar tidak ada apapun?"
Ia menjawab, "Ya Rasulullah, di rumah hanya ada kantong kain terpal, satu bagian saya pakai, satu bagian lagi saya bentangkan untuk istirahat tidur dan sebuah gelas yang saya pakai untuk minum."
Rasulullah SAW bersabda, "Bawalah kedua barang itu kepadaku."

Orang Anshar itupun membawanya kehadapan Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah SAW mengambil barang itu dan mengumumkannya, "Siapa yang akan membeli barang-barang ini dariku?"
Seseorang menjawab, "Aku akan membeli keduanya seharga satu dirham."
Rasulullah SAW bertanya (menawarkan) beberapa kali, "Siapa yang mau membeli dengan harga yang lebih tinggi?"
Akhirnya seseorang berkata, "Aku akan membelinya seharga dua dirham."
Kemudian Rasulullah SAW menjual barang-barang tersebut kepadanya dan memberikannya dua dirham itu kepada orang Anshar tadi serta bersabda, "Belilah makanan dengan satu dirham dan beri makanlah keluargamu. Satu dirham lainnya belikanlah kapak dan bawalah kapak itu kepadaku."

Orang Anshar itu kemudian membeli kapak dan membawanya kapak itu kepada Rasulullah SAW. Rasulullah SAW kemudian mengambil kapak itu dengan tangannya yang penuh berkah memasangkan pegangan (tangkai) pada kapak itu lalu menyerahkan kepada orang itu seraya bersabda, "Pergilah, potonglah kayu dan juallah. Jangan datang kepadaku sebelum lima belas hari."

Orang itu melakukan apa yang diperintahkan dan datang lagi setelah lima belas hari dengan membawa uang sepuluh dirham. Dengan uang itu ia membeli pakaian dan makanan. Rasulullah SAW bersabda, "Ini lebih baik bagimu daripada engkau muncul pada hari Kiamat dengan tanda di wajahmu yang menunjukkan bahwa engkau adalah seorang pengemis."

Hadits tersebut maksudnya adalah, seseorang jangan menjadi beban orang lain dengan jalan meminta-minta, kecuali dalam keadaan sangat terpaksa yang diatur oleh syariat. Pekerjaan kasar janganlah dipandang rendah dan memalukan. Karena itulah dalam hadits ditekankan agar kita tidak memandang rendah terhadap suatu pekerjaan yang halal, sehingga dengan bekerja kita dapat memenuhi kebutuhan hidup kita dan kebutuhan hidup orang-orang yang berada dibawah tanggungan kita, juga kita dapat bersedekah.

Sumber : "Keutamaan Mencari Nafkah Menurut Cara Rasulullah" Penulis : Maulana Muhammad Zakariyya al Kandhalawi, halaman 23-24, Pustaka Ramadhan, Mei 2004

Wednesday, May 23, 2007

My Daughter!

Puji syukur ke hadirat Alloh SWT, telah lahir putri kami Aisya Nurul Izzah Zakaria pada hari Jumat 27 April 2007.

Padahal sudah agak lama, tapi baru bisa woro-woro sekarang. Hehe.

Last but not least, mohon doa dan restunya semoga Izzah menjadi muslimah yang baik, menjadi pribadi yang bisa menjaga kehormatan dirinya, orang tua, dan agamanya.

Tak Ada Lagi Air Mata

Pagi itu, di bulan Januari 2007, aku dekati ibunya anak-anak yang nampak lunglai dihantam rutinitas harian. Air bening mengalir di sudut kedua matanya yang indah. Lirih nyaris tak bersuara ia berkata, "Aku tidak sanggup lagi." Sigap kugendong yang terkecil dan kusuapi ia dengan bubur bayu, lahap dan penuh keriangan, kami merasakan sebagai hiburan tersendiri, sambil berharap kelak ia menjadi seperti para cucu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam hasil didikan putri tercinta Fatimatuzzahra radhiyallahu 'anha.

Terkenang aku kepada kisah putri Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang satu ini. Sebagaimana yang diungkapkan dengan indahnya oleh ustadz Fauzil Adhim dalam bukunya Disebabkan oleh Cinta Kupercayakan Rumahku Padamu. Suatu hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjenguknya, ia sedang membuat tepung dengan alat penggiling sambil menangis. Haru, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya, "Kenapa menangis? Mudah-mudahan Allah tidak membuat matamu menangis lagi." Fatimah pun menjawab, "Ayah, aku menangis hanya karena batu penggiling ini, dan lagi aku hanya menangisi kesibukanku yang silih berganti."

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian mengambil tempat duduk di sisinya. Fatimah berkata, "Ayah, demi kemuliaanmu, mintakan kepada 'Ali supaya membelikan seorang budak untuk membantu pekerjaan-pekerjaanku membuat tepung dan menyelesaikan pekerjaan rumah."

Setelah mendengar perkataan putrinya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju tempat penggilingan. Beliau memungut segenggam biji-bijian gandum dimasukkan ke penggilingan. Dengan membaca bismillahirrahmaanirrahiim maka berputarlah alat penggiling itu atas ijin Allah. Beliau terus memasukkan biji-bijian itu, sementara alat penggiling terus berputar sendiri, sambil memuji Allah dengan bahasa yang tidak dipahami manusia. Ini terus berjalan sampai biji-bijian itu habis.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepada alat penggiling itu, "berhentilah atas izin Allah." Seketika alat penggiling itu berhenti. Beliau berkata sambil mengutip firman Allah, "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak pernah mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya, dan mereka selalu mengerjakan segala yang diperintahkan" (QS. At Tahrim: 6)

Merasa takut jika menjadi batu yang kelak masuk neraka, tiba-tiba batu itu bisa berbicara atas izin Allah. Ia berbicara dengan bahasa Arab yang fasih. Selanjutnya batu itu berkata, "Ya Rasulullah, demi Dzat Yang Mengutusmu dengan hak menjadi Nabi dan Rasul, seandainya engkau perintahkan aku untuk menggiling biji-bijian yang ada di seluruh jagat Timur dan Barat, pastilah akan kugiling semuanya." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun bersabda, "Hai batu, bergembiralah kamu. Sesungguhnya kamu termasuk batu yang kelak dipergunakan untuk membangun gedung Fatimah di surga." Seketika itu batu penggiling bergembira dan berhenti.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada putrinya, Fatimah Az Zahra, "Kalau Allah berkehendak, hai Fatimah, pasti batu penggiling itu akan berputar sendiri untukmu. Tetapi Allah berkehendak mencatat kebaikan-kebaikan untuk dirimu dan menghapus keburukan-keburukanmu serta mengangkat derajatmu. "Hai Fatimah, setiap istri yang membuatkan tepung untuk suami dan anak-anaknya, maka Allah mencatat baginya memperoleh kebajikan dari setiap butir biji yang tergiling, dan menghapus keburukannya serta meninggikan derajatnya. Hai Fatimah, setiap istri yang berkeringat di sisi alat penggilingnya karena membuat bahan makanan untuk suaminya, maka Allah memisahkan antara dirinya dan meraka sejauh tujuh hasta.

Hai Fatimah, setiap istri yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisirkan rambut mereka dan menyucikan baju mereka, maka Allah mencatatkan untuknya memperoleh pahala seperti pahala orang yang memberi makan seribu orang yang sedang kelaparan, dan seperti pahala orang yang memberi pakaian seribu orang yang telanjang.

Hai Fatimah, setiap istri yang mencegah kebutuhan tetangganya, maka kelak Allah akan mencegahnya (tidak memberi kesempatan baginya) untuk minum air dari telaga Kautsar pada hari kiamat.

Hai Fatimah, tetapi yang lebih utama dari semua itu adalah keridhaan suami terhadap istrinya. Sekiranya suamimu tidak meridhaimu, tentu aku tidak akan mendoakan dirimu.

Bukankah engkau mengerti, hai Fatimah, bahwa ridha suami itu menjadi bagian dari ridha Allah, dan kebencian suami merupakan bagian dari kenbecian Allah.

Hai Fatimah, manakala seorang istri mengandung, maka para malaikat memohon ampun untuknya, dan setiap hari dirinya dicatat memperoleh seribu kebajikan dan seribu keburukannya dihapus. Apabila telah mencapai rasa sakit (menjelang melahirkan) maka Allah mencatatkan untuknya memperoleh pahala seperti pahala orang-orang yang berjihad di jalan Allah. Apabila telah melahirkan, dirinya terbebas dari segala dosa seperti keadaannya setelah dilahirkan ibunya.

Hai Fatimah, setiap istri yang melayani suaminya dengan niat yang benar, maka dirinya terbebas dari dosa-dosanya seperti pada hari dirinya dilahirkan ibunya. Ia tidak keluar dari dunia (yakni mati) kecuali tanpa membawa dosa. Ia menjumpai kuburnya sebagai pertamanan surga. Allah memberinya pahala seperti seribu orang yang berhajji dan berumrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan untuknya hingga hari kiamat.

Setiap istri yang melayani suaminya sepanjang hari dan malam hari disertai hati yang baik, ikhlas dan niat yang benar, maka Allah mengampuni dosanya. Pada hari kiamat kelak dirinya diberi pakaian berwarna hijau, dan dicatatkan untuknya pada setiap rambut yang ada di tubuhnya dengan seribu kebajikan, dan Allah memberi pahala kepadanya sebanyak seratus pahala orang yang berhajji dan berumrah.

Hai Fatimah, setiap istri yang tersenyum manis di muka suaminya, maka Allah memperhatikannya dengan penuh rahmat.

Hai Fatimah, setiap istri yang menyediakan diri tidur bersama suaminya dengan sepenuh hati, maka ada sreuan yang ditujukan untuk dirinya dari langit, "Hai Wanita, menghadaplah dengan membawa amalmu. Sesungguhnya Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang berlalu dan yang akan datang."

Hai Fatimah, setiap istri yang meminyaki rambut suaminya demikian pula jenggotnya, memangka kumis dan memotong kuku-kukunya, maka kelak Allah memberi minum kepadanya dari rahiqim makhtum (tuak jernih yang tersegel) dan dari suangi yang ada di surga. Bahkan Allah kelak akan meringankan beban sakaratul maut. Kelak dirinya akan menjumpai kuburnya bagaikan taman surga. Allah mencatatnya terbebas dari neraka dan mudah melewati sirath (titian)."

Istriku, coba lihat juga cerita Bilal radhiyallahu 'anhu Mu'adzin Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Saya melewati Fatimah yang sedang menggiling, sementara anaknya menangis." Saya berkata kepadanya, "Jika engkau mau, biar aku yang memegang gilingan dan engkau memegang anak itu. Atau, aku yang memegang anak itu dan engkau memegang gilingan." Fatimah menjawab, "Aku lebih dapat mengasihi anakku dibanding engkau."

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun mengalirkan air mata tatkala melihat Fatimah radhiyallahu 'anha menggiling dengan kedua tangannya sambil menyusui anaknya. "Anakku, engkau menyegerakan kepahitan dunia untuk kemanisan akhirat." Fatimah berucap, "Ya Rasulullah, segala puji bagi Allah atas segala nikmat-Nya, dan pernyataan syukur hanyalah untuk Allah atas karunia-Nya."

Istriku, hebatnya Fatimah Az Zahra ini, ia berhasil mendidik dua orang anak-anaknya menjadi pemimpin pemuda di surga, yang satu menjadi istri Umar bin Khattab al Faruq dan satu lagi menjadi penentang Ibnu Ziyad di Padang Karbala.

Subhanallah wabihamdih laa haula walaa quwwata illa billah, aku bacakan kisah ini kepadamu, kekasihku, yang ibunya anak-anakku untuk kita. Bukankah kita baru mulai dan belum lepas dari langkah pertama, jika surga dunia itu ada dalam rumah tangga yang bahagia, bukankah hanya dengan ikhlas dan mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan para sahabatnya dalam mengarunginya?